Oksigen Cair
Oksigen adalah komponen kedua terbesar dari atmosfer, menyusun 20,8% volume udara. Oksigen cair adalah oksigen dalam bentuk cair yang dihasilkan dengan mendinginkan gas oksigen hingga mencapai suhu sangat rendah, yaitu sekitar -183°C (-297°F) pada tekanan atmosfer. Oksigen cair bersifat tidak berwarna dengan sedikit warna biru pucat, tidak berbau, dan memiliki sifat sangat reaktif, sehingga dapat mempercepat pembakaran.
Karena perbedaan suhu yang signifikan antara produk dan lingkungannya, isolasi yang efektif sangat penting untuk menjaga integritas oksigen cair. Penanganan dan penyimpanan produk memerlukan peralatan khusus untuk memastikan keselamatan dan efisiensi operasional.
Oksigen umumnya disimpan dalam bentuk cair, meskipun sebagian besar digunakan dalam bentuk gas. Penyimpanan cair menawarkan solusi yang lebih efisien secara ruang dan hemat biaya dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk gas bertekanan tinggi yang setara.
Sistem penyimpanan tipikal terdiri dari tangki penyimpanan kriogenik, satu atau lebih penguap uap, sistem kontrol tekanan, dan infrastruktur pipa lengkap untuk fungsi pengisian, penguapan, dan pasokan.
Tangki kriogenik dirancang mirip dengan botol termos, dengan tabung dalam yang terbungkus dalam tabung luar. Di antara kedua tabung ini terdapat ruang annular yang diisi dengan bahan isolasi vakum, yang dipurifikasi dari udara.
Ruang isolasi ini secara efektif menginsulasi tabung dalam, mempertahankan suhu oksigen cair. Penguap uap digunakan untuk mengubah oksigen cair menjadi bentuk gasnya. Selanjutnya, manifold pengatur tekanan mengatur tekanan gas yang disuplai ke proses atau aplikasi yang dimaksud.


