Karbon Dioksida Cair

Produk Berkualitas Tinggi Yang Disimpan Secara Kriogenik Dan Digunakan Dalam Berbagai Aplikasi

Karbon Dioksida Cair

Karbon dioksida cair memiliki sifat tidak mudah terbakar, tidak berwarna, dan tidak berbau baik dalam fase gas maupun cair. Ini merupakan komponen minor namun penting dari atmosfer, biasanya mencapai sekitar 0,036% atau 360 bagian per juta (ppm) secara volume. Selain itu, karbon dioksida juga berperan sebagai produk akhir rutin dari metabolisme manusia dan hewan.

Karbon dioksida kering umumnya dianggap sebagai gas inert. Namun, dalam kehadiran konsentrasi kelembaban tinggi, asam karbonat dapat terbentuk, yang mengharuskan penggunaan bahan yang tahan terhadap asam ini. Depresurisasi cepat atau laju aliran tinggi dalam sistem dapat menyebabkan suhu mendekati titik sublimasi karbon dioksida (-109,3°F atau -78,5°C). Di bawah tekanan absolut 76 pound per inci persegi (psia) atau tekanan gage 61 pound per inci persegi (psig), karbon dioksida dapat langsung bertransisi dari fase cair ke fase padat. Oleh karena itu, bahan-bahan yang rentan terhadap kerapuhan pada suhu rendah sebaiknya dihindari dalam aplikasi di mana diperkirakan suhu di bawah -20°F (-29°C).

Pembuatan Karbon Dioksida Cair

Karbon dioksida dalam keadaan gasnya tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit untuk dideteksi. Karbon dioksida memiliki densitas 1,5 kali lebih tinggi dari udara, sehingga cenderung berkonsentrasi lebih tinggi di level yang lebih rendah. Sistem ventilasi sebaiknya dirancang untuk menghisap udara dari level terendah dan memfasilitasi masuknya udara segar di level yang lebih tinggi.

Penggunaan Karbon Dioksida Cair

Karbon dioksida cair memiliki beragam fungsi penting dalam berbagai industri:

  • Industri Makanan: Digunakan untuk membekukan daging, unggas, sayuran, dan buah-buahan. Es kering (karbon dioksida padat) digunakan untuk mendinginkan daging sebelum digiling dan untuk mengawetkan daging dan unggas selama transportasi.
  • Produksi Minuman: Karbon dioksida gas penting untuk mengkabonasi minuman ringan, anggur, dan bir.
  • Pengolahan Air: Digunakan untuk menetralisir air alkali dalam proses pengolahan air.
  • Pemulihan Minyak dan Gas: Karbon dioksida cair meningkatkan pemulihan dari sumur minyak dan gas.
  • Aplikasi Industri: Termasuk produksi bahan kimia, plastik, karet, logam, dan komponen elektronik.

Beragamnya aplikasi ini menunjukkan fleksibilitas dan pentingnya karbon dioksida cair dalam proses industri modern.

Penyimpanan CO2 Skala Besar

Penyimpanan skala besar Karbon Dioksida (CO2) biasanya menggunakan tangki penyimpanan kriogenik. Tangki-tangki ini diinsulasi dengan busa poliuretan dan dilapisi dengan penghalang uap, memberikan perlindungan dari cuaca. Tangki-tangki ini dibangun dari baja karbon sesuai dengan Standar ASME. Karbon Dioksida dipertahankan di bawah tekanan 305 psig oleh unit pendingin dan di atas 245 psig oleh gulungan penguat tekanan, memungkinkan penyimpanan tanpa batas waktu tanpa perlu pembuangan. Sebaliknya, tabung cairan kriogenik dilapisi vakum dan dapat menyimpan produk untuk jangka waktu yang lebih lama tanpa perlu ventilasi. Tabung cairan kriogenik dapat mengeluarkan produk dalam bentuk cair atau gas.

//
Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!
👋 Hai, ada yang bisa saya bantu?